Selasa, 21 Desember 2021

Mendisiplinkan Siswa? Pakai Restitusi Aja!

Salam Damai untuk Para Pembaca Semua 😊

Materi Pendidikan Guru Penggerak terus bergulir. Saat ini kami sudah sampai pada modul 1.4 tentang Budaya Positif. Di materi ini kami tak henti-hentinya terhenyak mengingat kesalahan-kesalahan yang selama ini kami lakukan dengan dalih "mendisiplinkan siswa".

Makna Disiplin

Saat mendengar kata "disiplin" kebanyakan dari kita mengasosiasikan dengan tata tertib, patuh pada peraturan, teratur, hukuman, kepatuhan. Seringkali kita terbayang pada ketidaknyamanan saat mendengar kata disiplin. Padahal makna asli dari kata disiplin sungguh sangat jauh berbeda. Disiplin positif tidak selalu berhubungan dengan hukuman. Justru hukuman adalah langkah terakhir yang kalau bisa tidak usah digunakan.

Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia dalam buku Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka,  Cetakan Kelima, 2013, Halaman 470)  menyatakan bahwa 

“dimana ada kemerdekaan, disitulah harus ada disiplin yang kuat. Sungguhpun disiplin itu bersifat ”self discipline” yaitu kita sendiri yang mewajibkan kita dengan sekeras-kerasnya, tetapi itu sama saja; sebab jikalau kita tidak cakap melakukan self discipline, wajiblah penguasa lain mendisiplin diri kita. Dan peraturan demikian itulah harus ada di dalam suasana yang merdeka."

Menurut Ki Hajar Dewantara syarat utama menciptakan murid yang merdeka adalah adanya disiplin yang kuat. Disiplin yang dimaksud oleh Ki Hajar Dewantara adalah disiplin diri yang muncul dari dalam diri sebagai motivasi internal. Jika seseorang tidak memiliki motivasi internal untuk disiplin maka kita memerlukan orang lain untuk mendisiplinkan kita. Hal ini disebut motivasi eksternal.

Sebagai pendidik dan orangtua, tentunya kita ingin menciptakan anak-anak yang memiliki disiplin diri sehingga mereka bisa berperilaku baik dengan mengacu pada nilai-nilai kebajikan universal dan memiliki motivasi intrinsik, bukan ekstrinsik.


tips membangun budaya positif di lingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggal saya, tips memenangkan hati anak, yang membuat anak patuh pada guru namun tetap bahagia dan bebas berkarya sesuai bakat dan minat mereka.




Minggu, 05 Desember 2021

Tanda Cinta untuk Guru

Apakah teman-teman punya kontak whatsapp atau sosmed lain yang berprofesi sebagai guru? Apa yang terjadi pada unggahan mereka pada tanggal 25 November kemarin?


Tanggal 25 November, status whatsapp penuh dengan unggahan istimewa. Para punggawa pendidikan berseragam batik hitam putih PGRI berlomba-lomba memberitahukan pada khalayak ramai via sosial media tentang kejutan yang mereka terima dari para siswa. Terharu hati ini melihat unggahan mereka.

Tanggal 25 November lazim diperingati sebagai Hari Guru Nasional di Indonesia. Para guru akan berseragam batik PGRI lalu mengadakan upacara.

Tau gak sih, sebenarnya penetapan Hari Guru Nasional memiliki sejarah yang cukup panjang. Peringatan Hari Guru Nasional awalnya dimulai tahun 1994 sesuai Keputusan Presiden Soeharto saat itu. Ada dua hal yang mendasari ditetapkannya Hari Guru Nasional menurut Keppres no.78 tahun 1994 yaitu:
1. Guru memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional.
2. Tanggal tersebut diperingati sebagai hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia dan sebagai upaya untuk mewujudkan penghormatan kepada guru.

Namun jauh sebelum ditetapkannya Keputusan Presiden pada tahun 1994, sesungguhnya persatuan guru sudah ada sejak sebelum kemerdekaan kita. Tepatnya tahun 1912 berdiri Persatuan Guru Hindia Belanda (saat itu belum ada nama Indonesia secara resmi). Setelah PGHB terbentuk, muncullah oraganisasi-organisasi keguruan yang lain. Ruh organisasi guru ini sama, ingin memerbaiki kehidupan dan mencapai kemerdekaan. Hingga pada tanggal 24-25 November 1945, 3 bulan setelah proklamasi kemerdekaan, berbagai organisasi guru berkumpul di Surakarta mengadakan kongres lalu terbentuklah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).


Itulah sejarah dimulainya peringatan Hari Guru Nasional di negeri kita. Lalu bagaimana peringatan Hari Guru Nasional di kelas Penulis?
Uuuuh terharu sekali, sampai sukses dibuat mewek oleh anak-anak tercinta.
Jauh-jauh hari mereka sudah merencanakan peringatan Hari Guru di belakang gurunya. Sungguh tulus rasa cinta mereka pada guru.. Semoga Allah beri mereka ilmu yang barokah, perjalanan hidup yang smooth, dan semoga menjadi generasi yang membanggakan para guru dan orangtuanya.


Yuk, simak tanda cinta dari mereka untuk guru di video ini.
Dalam video ini, para siswa membacakan puisi yang dibuat secara spontan. Saya tidak mengoreksinya, tidak mengedit sedikit pun. Keren ya, mereka 😍