Berbicara tentang pendidikan tak akan pernah lepas dari unsur utama: guru dan siswa. Guru dan siswa adalah tokoh utama dalam pendidikan. Siswa tanpa guru maupun sebaliknya guru tanpa siswa tak akan pernah ada kegiatan pendidikan, terutama dalam dunia pendidikan formal. Guru memiliki peran besar dalam pendidikan formal. Bisa dikatan guru adalah pemeran utama di garda terdepan pendidikan formal. Oleh karena itu seorang guru wajib memiliki pengetahuan yang luas dan akhlak yang santun. Lalu timbul pertanyaan, mengapa seorang guru harus memiliki pengetahuan yang luas dan akhlak yang santun? Sebab guru adalah teladan, motivator, fasilitator, dan pemimpin pembelajaran.
Jika Penulis lihat sekolah-sekolah yang melahirkan manusia-manusia berkualitas, sebagian besar faktor utama yang Penulis temukan adalah adanya SDM mumpuni dan berintegritas di sekolah tersebut. Memang, keberhasilan sebuah sekolah ditentukan oleh SDM-nya, terutama kualitas guru yang berhadapan langsung dengan siswa. Seperti apa guru yang berkualitas? Salah satu ciri guru yang berkualitas adalah memiliki visi dan misi untuk siswanya.
Visi berasal dari bahasa inggris vision yang artinya penglihatan, daya lihat, pandangan, impian, bayangan masa depan. Arti yang kita pakai dalam visi ini adalah impian dan bayangan masa depan. Seorang guru harus memiliki visi akan menjadi seperti apa dirinya kelak, akan memberikan treatment seperti apa pada siswanya, akan menjadi seperti apa siswa di dalam kelasnya kelak. Visi ibarat papan sasaran anak panah yang membantu guru meraih impiannya. Visi juga ibarat penunjuk arah yang mengarahkan guru agar tidak tersesat ke jalan yang salah dalam mendidik siswanya.
Visi itu penting adanya. Setiap orang pasti memiliki visi tentang dirinya di masa depan. Demikian juga seorang guru. Guru wajib memiliki visi yang terkait dengan profesinya. Selain visi pribadi terkait integritas individu, guru juga harus memiliki visi yang diturunkan dari visi sekolah. Visi yang selaras dengan visi sekolah inilah yang akan dibahas dalam tulisan ini.
Sebelum membuat visi mengajarnya, guru harus hafal, minimal tahu pada visi sekolah.
Di lembaga tempat Penulis mengabdi, tertulis dengan huruf ukuran besar visi lembaga kami: MANDI BUSA, akronim dari kata beriman, terdidik, berbudi dan santun. Berangkat dari visi tersebut lalu Penulis membuat visi mengajarnya khusus untuk lembaga ini, yaitu memandu peserta didik menjadi manusia yang bangkit rasa spiritualnya, cerdas, siap melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, dan berakhlak mulia.
Saatnya para pembaca menjawab, apakah visi anda sebagai seorang guru?
- Visi Seorang Guru Penggerak
Memasuki pekan kelima, kami para Calon Guru Penggerak (CGP) masuk pada materi Visi Guru Penggerak. Kami dibimbing untuk menggali dan mewujudkan visi berdasarkan aset yang kami miliki dalam diri dan lingkungan di daerah kami. Visi merupakan pondasi bagi gerak kami dalam mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid di daerah kami, maka visi bernilai penting bagi seorang guru penggerak dalam laku didiknya.
- Saya memimpikan murid-murid yang bisa belajar dengan riang dan merdeka sesuai bakat dan minat mereka tanpa adanya tekanan
- Sekolah saya percaya bahwa murid adalah asset masa depan bangsa yang merdeka, yang mampu hidup mandiri dan berdikari tanpa tergantung pada orang lain dan bangsa lain
- Sekolah saya mengutamakan pelayanan optimal pada siswa dalam memenuhi ekspektasi para walimurid dan stakeholders.
- Murid di sekolah saya sadar betul bahwa mereka berbeda satu sama lain dengan keunikannya masing-masing sehingga mereka percaya para guru akan memerlakukan mereka dengan penuh kasih
- Guru di sekolah saya yakin untuk membimbing siswa sesuai dengan kodratnya dan menciptakan lingkungan yang nyaman dan kondusif bagi siswa
- Guru di sekolah saya paham bahwa pendidikan adalah tuntunan untuk menghantarkan siswa menjadi Profil Pelajar Pancasila sehingga kami harus berkolaborasi dan berkomitmen untuk mewujudkannya.
Untuk memermudah pembaca menyusun impian sebagai guru a la guru penggerak, berikut Penulis sertakan pertanyaan pemantik.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut di kolom komentar agar pembaca lain bisa merasakan vibrasi positif Anda. Sebuah visi yang dilihat dan diaminkan banyak orang in syaa Allah akan lekas terwujud.
Daftar pertanyaan untuk menggali dan menciptakan visi:
- Saya memimpikan murid-murid yang …………………………………….
- Sekolah saya percaya bahwa murid adalah ……………………………
- Sekolah saya mengutamakan ……………………………………….
- Murid di sekolah saya sadar betul bahwa ………………………….
- Guru di sekolah saya yakin untuk ……………..………………….
- Guru di sekolah saya paham bahwa ……………………………….
Tak hanya Penulis sebagai Calon Guru penggerak yang memiliki visi, seluruh guru di lembaga juga wajib memiliki visi yang selaras dengan visi sekolah dan visi pendidikan nasional. Seluruh guru dan civitas academica wajib berkolaborasi, bahu-membahu menciptakan suasana belajar yang berpihak pada murid.

