Jumat, 15 Juli 2022

Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid

Kegiatan science day merupakan kegiatan intrakurikuler yang dilaksanakan setiap hari Jumat mulai jam 08.00 hingga jam 09.00 WIB di SDN Sumberanyar II Kec. Paiton. Kegiatan ini dipilih sebagai sarana untuk mewujudkan siswa kelas tinggi (4, 5, 6) SDN Sumberanyar II menjadi lebih kritis, literat, dan belajar secara aktif. Latar belakang pemilihan program ini karena ditemukannya fakta bahwa siswa kelas 4, 5 , dan 6 SDN Sumberanyar II kurang aktif selama pembelajaran. Mereka cenderung pasif dan kurang berani saat diminta untuk mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tulisan. Ditemukan fakta lain bahwa perpustakaan SDN Sumberanyar II tidak ada aktivitas membaca.

Kegiatan science day dibina oleh 3 guru, yaitu walikelas 4, 5 dan 6. Hal ini dilakukan karena ketiga orang guru tersebut memiliki keahlian di bidang sains. Pemanfaatan aset berupa manusia benar-benar dijalankan dalam program ini.

Hasil dari kegiatan ini berupa peningkatan keberanian siswa mengemukakan pendapat baik secara lisan maupun tulisan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sebab pada setiap kegiatan siswa dilatih untuk menjelaskan prosedur percobaan dalam bentuk laporan kegiatan serta siswa diminta untuk mengungkapkan perasaan mereka selama melakukan kegiatan. Kegiatan science day ini juga terbukti menimbulkan adanya kegiatan membaca di perpustakaan sekolah yang membuat siswa mulai literat. Ketika di kelas, siswa juga mulai berani berbicara mengungkapkan pendapatnya.

Gambar 1. Siswa saat sedang melakukan kegiatan science day





Gambar 2. Terlihat keceriaan siswa saat melakukan kegiatan science day


Seluruh peserta dalam kegiatan science day merasa senang, mulai dari guru pembina hingga setiap siswa yang mengikutinya. Kegiatan ini benar-benar seperti asah yang menajamkan pisau. Bibit-bibit unggul mulai tampak. Yang terpenting adalah siswa kelas 4, 5, dan 6 mulai berani berbicara di depan umum karena ada proses dokumentasi berupa video dalam kegiatan ini. Siswa diminta untuk menjelaskan prosedur percobaan, memaparkan hasil, hingga meluapkan perasaannya selama mengikuti kegiatan. Siswa senang, guru pun senang. Termasuk saya sebagai pemrakarsa kegiatan ini.


Namun, tak ada gading yang tak retak. Kegiatan ini menghadapi kendala berupa kurangnya monitoring dan evaluasi. Berbenturan dengan kegiatan PAS (Penilaian Akhir Semester), akhirnya kegiatan ini sempat terhenti karena para guru pembina mendapat tugas lain. Tak ingin berlama-lama mengecewakan siswa, kegiatan ini dimulai lagi sebelum liburan.


Untuk menumbuhkan rasa kepemilikan murid terhadap kegiatan ini, pihak sekolah mengunggah hasil rekaman kegiatan ke kanal YouTube sekolah. Seluruh keceriaan kegaiatan ini dapat disaksikan lewat tautan berikut! Siswa bahagia, Guru pun bahagia.


Kamis, 14 Juli 2022

Koneksi Antar-Materi Modul3.1 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

Dalam menjalani hidup, kita akan dihadapkan pada pilihan-pilihan yang harus kita pilih. Memilih satu diantara banyak pilihan disebut dengan pengambilan keputusan. Kita sudah dilatih sejak dini oleh orangtua kita untuk memutuskan sesuatu, misalnya memilih baju yang hendak kita pakai. Memang tidak semua orangtua akan membebaskan buah hatinya memilih pakaian, namun tentu ada peristiwa dimana orangtua membiarkan si buah hati mengambil keputusan.
Kemampuan kita dalam mengambil keputusan  pastinya akan semakin meningkat, sebab sebagai manusia kita punya kecenderungan untuk belajar dari kesalahan. 

Di Pendidikan Guru Penggerak terdapat materi tentang pengambilan keputusan. Sebagai orang dewasa kita sudah sering mengambil keputusan di sepanjang hidup kita. Terdapat proses menimbang-nimbang dan  memikirkan konsekuensi sebelum keputusan terambil. Namun tahukah, Rekan, ternyata dalam materi yang kami peroleh, proses pengambilan keputusan haruslah melewati banyak saringan untuk menjadi sebuah keputusan yang sahih, dapat dipertanggungjawabkan, dan efisien bagi semua orang terutama di dunia pendidikan. Seperti apa? Mari simak uraian berikut!

Dilema Etika (Ethical Dilemma) dan Bujukan/Godaan Moral (Moral Temptation)

Dilema etika atau benar vs benar adalah sebuah situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi yang keduanya benar namun bertentangan, dan kita harus mengambil keputusan diantara keduanya.

Bujukan/godaan moral atau benar vs salah adalah sebuah situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi benar dan salah; dan kita harus mengambil keputusan diantara keduanya.

Empat Paradigma dalam Pengambilan Keputusan

Berdasarkan pengalaman bekerja di sebuah institusi, kita telah mengetahui bahwa dilema etika adalah hal berat yang harus dihadapi dari waktu ke waktu. Ketika kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan yang mendasari namun bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup. 

Secara umum ada pola, model, atau paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yang bisa dikategorikan seperti di bawah ini:

  1. Individu lawan masyarakat (individual vs community)
  2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
  3. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
  4. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

Tiga Prinsip dalam Pengambilan Keputusan

Dalam pengambilan sebuah keputusan ada tiga prinsip yang melandasinya. Ketiga prinsip ini yang seringkali membantu dalam menghadapi pilihan-pilihan yang penuh tantangan, yang harus dihadapi pada dunia saat ini. (Kidder, 2009, hal 144). Ketiga prinsip tersebut yaitu. 

  1. Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
  2. Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
  3. Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

Konsep Pengambilan dan Pengujian Keputusan

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, kita harus memastikan bahwa keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah keputusan tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pengambilan keputusan secara etis.

Di bawah ini adalah 9 langkah untuk memandu kita mengambil dan menguji keputusan dalam situasi dilema etika yang membingungkan karena adanya beberapa nilai-nilai yang bertentangan.

  1. Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini.
  2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.
  3. Mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
  4. Pengujian benar atau salah melalui uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan koran, dan uji panutan/idola.
  5. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.
  6. Melakukan Prinsip Resolusi.
  7. Investigasi Opsi Trilema.
  8. Buat Keputusan.
  9. Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan.