Kamis, 14 Juli 2022

Koneksi Antar-Materi Modul3.1 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran

Dalam menjalani hidup, kita akan dihadapkan pada pilihan-pilihan yang harus kita pilih. Memilih satu diantara banyak pilihan disebut dengan pengambilan keputusan. Kita sudah dilatih sejak dini oleh orangtua kita untuk memutuskan sesuatu, misalnya memilih baju yang hendak kita pakai. Memang tidak semua orangtua akan membebaskan buah hatinya memilih pakaian, namun tentu ada peristiwa dimana orangtua membiarkan si buah hati mengambil keputusan.
Kemampuan kita dalam mengambil keputusan  pastinya akan semakin meningkat, sebab sebagai manusia kita punya kecenderungan untuk belajar dari kesalahan. 

Di Pendidikan Guru Penggerak terdapat materi tentang pengambilan keputusan. Sebagai orang dewasa kita sudah sering mengambil keputusan di sepanjang hidup kita. Terdapat proses menimbang-nimbang dan  memikirkan konsekuensi sebelum keputusan terambil. Namun tahukah, Rekan, ternyata dalam materi yang kami peroleh, proses pengambilan keputusan haruslah melewati banyak saringan untuk menjadi sebuah keputusan yang sahih, dapat dipertanggungjawabkan, dan efisien bagi semua orang terutama di dunia pendidikan. Seperti apa? Mari simak uraian berikut!

Dilema Etika (Ethical Dilemma) dan Bujukan/Godaan Moral (Moral Temptation)

Dilema etika atau benar vs benar adalah sebuah situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi yang keduanya benar namun bertentangan, dan kita harus mengambil keputusan diantara keduanya.

Bujukan/godaan moral atau benar vs salah adalah sebuah situasi yang terjadi dimana seseorang dihadapkan pada situasi benar dan salah; dan kita harus mengambil keputusan diantara keduanya.

Empat Paradigma dalam Pengambilan Keputusan

Berdasarkan pengalaman bekerja di sebuah institusi, kita telah mengetahui bahwa dilema etika adalah hal berat yang harus dihadapi dari waktu ke waktu. Ketika kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan yang mendasari namun bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup. 

Secara umum ada pola, model, atau paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yang bisa dikategorikan seperti di bawah ini:

  1. Individu lawan masyarakat (individual vs community)
  2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
  3. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
  4. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

Tiga Prinsip dalam Pengambilan Keputusan

Dalam pengambilan sebuah keputusan ada tiga prinsip yang melandasinya. Ketiga prinsip ini yang seringkali membantu dalam menghadapi pilihan-pilihan yang penuh tantangan, yang harus dihadapi pada dunia saat ini. (Kidder, 2009, hal 144). Ketiga prinsip tersebut yaitu. 

  1. Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
  2. Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
  3. Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

Konsep Pengambilan dan Pengujian Keputusan

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, kita harus memastikan bahwa keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah keputusan tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pengambilan keputusan secara etis.

Di bawah ini adalah 9 langkah untuk memandu kita mengambil dan menguji keputusan dalam situasi dilema etika yang membingungkan karena adanya beberapa nilai-nilai yang bertentangan.

  1. Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini.
  2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.
  3. Mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
  4. Pengujian benar atau salah melalui uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan koran, dan uji panutan/idola.
  5. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.
  6. Melakukan Prinsip Resolusi.
  7. Investigasi Opsi Trilema.
  8. Buat Keputusan.
  9. Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar