Kamis, 16 Juni 2022

Pemaparan Singkat tentang Pengambilan Keputusan yang Applicable dalam Pendidikan Guru Penggerak

Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1.a.7

Guru penggerak, sosok guru pembaharu ekosistem pendidikan yang diharapkan menjadi penggerak lingkungannya ke arah positif. Guru penggerak diharapkan dapat menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid. guru penggerak diharapkan dapat mengembangkan pendidik lainnya untuk menerapkan pembelajaran yang berpusat pada murid dan memerdekakan murid sehingga akan terwujud Profil Pelajar Pancasila yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, kreatif, bernalar kritis, berkebhinekaan global, dan berjiwa gotong royong.

Seluruh Guru Penggerak mendapat modal berharga dalam menjalankan perannya, yaitu pelajaran tentang filosofi pendidikan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara. Dalam materi tersebut kami diajarkan tentang bagaimana mengelola kelas, menjadikan murid sebagai sosok yang harus dituntun sesuai dengan kodratnya, dibuat senang untuk belajar agar lakunya terarah, agar mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan yang setinggi-tingginya baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. 

Dalam perjalanan memerdekakan murid dan membangun ekosistem sekolah yang ramah murid, tentunya akan selalu ada tantangan-tantangan yang harus kami hadapi. Alih-alih lari dari tantangan, guru penggerak justru dituntut untuk menghadapi dan menyelesaikan tantangan secara jantan dan ksatria. Mengingat tingginya cita-cita yang ingin diraih tersebut, kami Guru penggerak juga diajarkan bagaimana cara mengidentifikasi masalah, cara menyelesaikan masalah, hingga step by step dalam mengambil keputusan yang berdampak positif, atau mengambil keputusan dengan risiko paling minimum.

Ada 4 guiding questions yang akan membantu guru penggerak untuk menguatkan komitmennya dalam proses mencapai cita-cita pendidikan sesuai Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara:

1. Bagaimana Anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang Anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal Anda? 

Sebagai guru penggerak yang notabene adalah pemimpin pembelajaran, saya memiliki kewajiban untuk mendiseminasikan dan menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan selama pendidikan guru penggerak ini di sekolah/lingkungan saya berasal dalam beberapa langkah: 

a. sebelum menyebarkannya pada orang lain, saya harus menerapkan pada diri dan kelas saya terlebih dahulu. 

b. menyusun rencana program guru penggerak yang akan dilaksanakan di sekolah

c. mengomunikasikan rencana program tersebut pada kepala sekolah

d. menyosialisasikan apa yang sudah saya dapatkan dan terapkan dari program guru penggerak ini pada komunitas praktisi di sekolah saya, lalu meluas pada KKG sebagai pengimbasan.

e. berkolaborasi dengan rekan sejawat dalam menerapkan prinsip-prinsip pengambilan keputusan yang efektif dan membantu rekan sejawat saat mereka mengalami dilema etika maupun godaan moral (moral temptation) berdasarkan empat paradigma dilema etika, 3 prinsip dilema etika, dan 9 langkah pengujian keputusan.

f. menyebarluaskan materi-materi guru penggerak lewat sosial media yang saya miliki, juga pada grup-grup guru di sosial media yang saya bergabung di dalamnya.

2. Apa langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?

Langkah-langkah awal yang akan saya lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. secara pribadi saya harus berlatih menganilisis terlebih dahulu masalah yang saya hadapi, apakah termasuk dilema etika atau godaan moral (moral temptation)

b. menentukan paradigma apa yang ada pada permasalah tersebut, apakah paradigma individu lawan masyarakat (individual vs community), rasa keadilan vs rasa kasihan (justice vs mercy), kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty), jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term).

c. menentukan prinsip yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan, apakah prinsip berpikir berbasis hasil (Ends-Based Thinking), prinsip berpikir berbasis rasa peduli (Care-Based Thinking) atau prinsip berpikir berbasis peraturan (Rule-Based Thinking) 
 
d. menguji keputusan yang saya ambil melalui 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan

3. Mulai kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut , hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga Anda tidak lupa

 Mulai kapan? Sejak awal menerima modul ini saya merasa excited sehingga saya terus mendalaminya dan menerapkannya perlahan-lahan sebagai bahan latihan. Tahap awal saya melakukannya pada rekan sejawat yang juga merupakan peserta Pendidikan Guru Penggerak. Kemudian meluas ke permasalahan murid, dan walimurid. Tentu saja dengan memperhatikan 4 paradigma,3 prinsip pengambilan keputusan serta 9 langkah dalam pengujian keputusan. Walaupun belum terlaksana sepenuhnya, saya akan terus mengasah kemampuan dalam mengambil keoutusan yang terbaik.


4. Siapa yang akan menjadi pendamping Anda, dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman diskusi Anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang Anda ambil telah tepat dan efektif.


Pendamping saya dalam menjalankan pengambilan keputusan adalah:
a. rekan sejawat senior di sekolah saya. Saya memiliki rekan sejawat yang memiliki aura manajer. Langkah beliau dalam mengahdapi masalah sangat saya kagumi, sehingga ketika saya berlatih menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan saya berkonsultasi pada beliau.

b. rekan sejawat sesama guru penggerak. Kami seperti sparing partner dalam memraktikkan ilmu-ilmu yang kami dapatkan di Pendidikan Guru Penggerak. Saling mendukung, mengoreksi, dan memotivasi.

c. Kepala Sekolah. Beliau seorang role model nyata bagi saya dalam menerapkan pengambilan keputusan yang efektif

Demikian pemaparan singkat tentang Demonstrasi Kontekstual modul pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.
Semoga rekan-rekan pembaca dapat mengambil manfaat dari tulisan ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar