Jumat, 17 Juni 2022

Pemanfaatan Sumber Daya di Dalam dan Sekitar Sekolah

Demonstrasi Kontekstual modul 3.2


Salam Pendidikan,

Seorang ahli psikologi yang menekuni kekuatan berpikir positif untuk pengembangan diri, Dr. Kathryn Cramer mengembangkan sebuah konsep bernama Asset-Based Thinking (Pendekatan Berbasis Aset). Konsep ini merupakan cara praktis untuk menemu-kenali hal-hal yang positif dalam kehidupan. Konsep ini menggunakan kekuatan (strength dan asset) sebagai pijakan berpikir. Dengan kata lain kita diajak untuk berfokus pada segala hal dalam hidup kita yang memiliki potensi positif, yang sudah berlangsung atau sudah pernah dicapai, yang memberikan inspirasi pada kita.

Dalam upaya pengelolaan sumber daya di sekolah, pendekatan berbasis aset sangat diperlukan dalam upaya untuk menggali potensi yang dimiliki sekolah agar dapat menghasilkan kebermanfaatan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Dalam buku berjudul Asset Building and Community Development, Green dan Haines (2002) menyebutkan ada 7 aset utama atau disebut sebagai modal utama, yaitu: asset manusia, asset sosial, asset fisik, asset lingkungan alam, asset finansial, asset politik, asset agama dan budaya.

Berdasarkan uraian di atas, juga materi yang telah Penulis dapatkan dalam program pendidikan guru penggerak modul 3.2 tentang Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya Pembelajaran, penulis mencoba mengidentifikasi dan memetakan 7 modal aset yang dimiliki SD Negeri Sumberanyar II Kec. Paiton yang memiliki potensi untuk dikelola dan dikembangkan demi meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Hasil pemetaan 7 modal aset tersebut yaitu :

Jenis aset/modal

Deskripsi

Modal Manusia

Kepala Sekolah

·        Berpendidikan S-1

·        sudah mengikuti diklat penguatan kepala sekolah,

·        berpengalaman di bidang pendidikan,

·        memiliki banyak relasi termasuk dengan tokoh politik dan tokoh masyarakat,

·        mau dan mampu berkolaborasi,

·        terampil,

·        sudah bersertifikat yang diakui nasional, mau belajar dan mengembangkan diri

 

Guru

·        memiliki 9 orang guru berpendidikan S1, dan seorang guru berpendidikan S2,

·        6 orang guru sudah bersertifikat pendidik, 3 orang guru masih dalam proses PPG

·        berpengalaman dalam mengajar peserta didik,

·        guru yang energic dan memiliki semangat untuk maju

·        aktif mengikuti pengembangan diri yang diadakan oleh gugus, organisasi, hingga kemendikbud

 

Murid

·        memiliki semangat belajar yang tinggi,

·        mau diajak berkembang,

·        memiliki kesiapan belajar yang baik,

·        memiliki daya lenting (ketangguhan) yang baik dalam menghadapi situasi belajar sesuai domisili (pantai)

 

Tenaga kependidikan

·        Pendidikan S1,

·        bisa diandalkan dalam bidang teknologi informasi,

·        mau mengembangkan diri,

·        mau berkolaborasi untuk kemajuan sekolah,

Komite dan walimurid

·        komite sekolah sangat mendukung segala kegiatan yang berdampak positif bagi sekolah

·        sebagian besar walimurid berprofesi sebagai nelayan dengan tingkat ekonomi yang heterogen sehingga bisa dijadikan salah satu sumber belajar,

·        Bisa diajak bekerja sama.

Modal sosial

Kepala sekolah

·      memiliki relasi yang luas, aktif di KKKS dan MKKS,

guru

·      aktif di KKG, MGMP

sekolah

·         sekolah yang telah memiliki MoU dengan institusi lain (

·         memiliki akun-akun di media social yang mendukung penyebarluasan informasi tentang sekolah

walimurid

Terdapat komunitas nelayan

Modal fisik

Lahan

Lahan resmi milik pemerintah,

Bangunan

bangunan  resmi milik pemerintah,  meliputi: ruang kelas, ruang perpustakaan, kamar mandi

Modal Lingkungan/

alam

Lokasi sekolah di kecamatan paiton

·        dekat dengan pemukiman warga/siswa

·        mudah dijangkau walaupun dengan berjalan kaki

·        Terletak jauh dari jalan utama menjadikan suasana lebih aman

Lingkungan

-        Dekat dengan pantai dan dataran rendah, bisa dijadikan tempat untuk belajar

-        Dekat dengan tempat pelatihan TNI-AL, bisa menjaling hubungan yang menguntungkan proses belajar siswa

-        Luasnya  area persawahan, mendukung udara yang bersih agar suasana belajar tidak pengap

-        Terdapat 1 proyek strategis nasional yaitu PLTU (pembangkit listrik area Jawa – Bali)

-        Terdapat beberapa perusahaan nasional, seperti:PJB, YTL, POMI

Modal finansial

Internal

-        BOS

Eksternal

- Dana hibah dari perusahaan

- Dana sosial dari walimurid

- Dana sosial dari guru

Modal politik

 

-     kepala desa

-     camat

-     DPRD

-     LSM

-     Puskesmas

-     Komunitas sekolah

Pihak sekolah memiliki kedekatan dengan anggota DPRD, kepala desa, dan para tokoh masyarakat yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan

Modal agama / budaya

Modal agama

- Para walimurid, guru, dan siswa 100% menganut agama Islam sehingga proses pendidikan agama dan akhlak pun menjadi lebih mudah, begitu juga dalam penerapannya

Modal budaya

- Budaya petik laut di sekitar sekolah kami
- Budaya bersih desa
- budaya keagamaan seperti tahun baru islam, sya’banan, anjangsana lebaran





Apa yang kami kuasai?

Yang dapat kami kuasai yaitu mengenali dan mengidentifikasi berbagai asset atau sumber daya yang tersedia di sekitar sekolah kami. Melalui pemetaan asset inilah kami berusaha memanfaatkannya dengan cara memaksimalkan aset yang ada
guna mendukung proses pembelajaran di sekolah kami.

Apa yang paling kami banggakan dari sekolah ini? Dari murid-murid kami?

Yang kami banggakan dari sekolah ini adalah partisipasi serta jiwa sosial yang tinggi terhadap satu sama lain. Sekolah kami adalah sekolah kecil dengan kondisi fisik yang bisa dikatakan jauh dari kata layak, memiliki jumlah murid total 64 orang dengan kondisi ekonomi orang tua menengah ke bawah, memiliki 11 orang personil yang masing-masingnya memiliki kelebihan yang saling mengisi untuk memajukan sekolah. Kondisi tersebut justru memacu semangat kami untuk memperbaiki kondisi akademik dan non-akademik, dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki setiap personil tendik dan non-tendik. Hingga saat ini sekolah kami sudah memiliki taman dan beragam kegiatan yang berdampak pada murid. Murid kami juga membanggakan. Mereka memiliki semangat yang tinggi untuk belajar, memiliki rasa ingin tahu yang menuntun mereka menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Apa yang membuat kami unik?

Yang unik dari sekolah kami untuk saat ini adalah kami para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan memiliki kombinasi yang pas untuk memajukan sekolah. Semangat, rasa sosial, rela berkorban, bekerja sama untuk mengubah kondisi sekolah yang “mengenaskan” menjadi terlihat muncul di permukaan. Kami sadar akan potensi yang kami miliki dan berniat mengelolanya dengan sungguh-sungguh.

Kekuatan apa yang kami miliki dan berharga untuk masyarakat/komunitas sekitar?
Sekolah kami mampu menjalin hubungan baik dengan warga sekitar, aparat, dan juga komunitas luar sekolah demi mewujudkan tujuan untuk memajukan kualitas pendidikan yang berdampak baik bagi masyarakat sekitar. Misalnya,
kerjasama dengan kantor desa yang mengadakan les privat secara gratis untuk beberapa macam mata pelajaran.


Apa yang telah sekolah lakukan dan miliki yang lebih baik dari orang lain?

Sekolah kami terus berbenah diri sejak tahun 2019. Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir (2019-2021) terbukti banyak perubahan sekolah dan tampilannya makin dinamis. Pimpinan juga memberi kesempatan seluas-luasnya bagi warga sekolah untuk berkembang

Tulisan Reflektif terhadap Hasil Analisis Aset/Sumber Daya yang dimiliki Sekolah

Setelah mempelajari modul Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya (Modul 3.2) saya menyadari bahwa selama ini proses pembelajaran didukung penuh oleh sumber daya/aset yang ada di sekolah yaitu modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal politik, modal finansial, modal lingkungan/alam, dan modal agama dan budaya.

Berdasarkan teori John McKnight dan Jody Kretzmann, tentang Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) sekolah saya yang telah berdiri selama 42 tahun belum menerapkan PKBA secara total. Dulu kami berpikir berbasis masalah, dalam rapat membahas masalah untuk dicarikan solusi, dalam obrolan sehari-hari membahas siswa yang bermasalah sehingga kami agak lupa tentang asset-asset yang kami miliki dan sedang menunggu untuk dimanfaatkan secara optimal. Namun setelah mendapat materi modul 3.2 kami bersemangat untuk memperbaiki diri kami dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Hal ini sesuai dengan prinsip PKBA yang menekankan dan mendorong komunitas untuk dapat memberdayakan aset yang dimilikinya serta membangun keterkaitan dari aset-aset tersebut agar menjadi lebih berdaya guna.

Sebagai pemimpin dalam pengelolaan sumber daya dalam upaya meningkatkan kualitas sekolah kita harus mampu mengidentifikasi aset/modal secara menyeluruh. Selanjutnya menyusun strategi pemanfaatkan aset tersebut untuk hasil yang lebih optimal yang pada akhirnya dapat menunjukkan keberpihakan sekolah terhadap kebutuhan belajar murid.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar