Setiap manusia dilahirkan unik dan berbeda dari manusia lainnya. Perbedaan bukan untuk dicaci-maki, namun perbedaan hendaknya disyukuri karena menjadikan hidup lebih berwarna. Segala perbedaan yang kita lihat dalam semesta merupakan identitas yang mencirikan individu/organisme tersebut.
Pencarian jati diri seseorang biasanya dimulai ketika usianya memasuki usia pubertas atau belasan tahun. Di usia tersebut seseorang mulai mencari siapa dirinya, apa yang bernilai dari dirinya, apa yang membedakannya dengan individu lain, apa kelebihannya, apa yang disukainya, apa yang tidak disukainya, bagaimana dia melawan rasa malas, jika dia terpuruk bagaimana cara bangkit kembali, siapa yang pas menjadi temannya, dan pertanyaan-pertanyaan lain yang akan terjawab ketika dia mampu berpikir secara reflektif. Pencarian jati diri sangat penting sifatnya karena menjadi tolok ukur seseorang dalam menjalani peran dalam kehidupan. Jika seseorang telah menemukan jati diri maka dia telah menemukan apa yang pas dengan dirinya. Dia mulai merasa nyaman dengan keadaannya, mulai menerima dirinya sendiri bagaimanapun bentuknya, tidak takut untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari kebanyakan orang, tidak lagi mencari validasi dari orang lain untuk membuatnya percaya diri, dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain.
Mungkin orang lain akan menilai orang yang telah menemukan jati dirinya sebagai orang yang egois karena tidak mudah dipengaruhi. Namun percayalah, hidup dengan jati diri itu membuat seseorang jadi lebih mandiri dan berdaulat atas dirinya sendiri.
Tak hanya dalam hidup, dalam pekerjaan pun kita harus menemukan jati diri kita. Kaitannya dalam hal ini adalah calon guru penggerak.
Guru Penggerak bukanlah guru biasa. Ada 5 nilai utama yang mencirikan seorang guru adalah guru penggerak. 5 nilai yang menjadi jati diri seorang guru penggerak yaitu mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid.
Diawali dari motivasi kuat dari dalam dirinya, tanpa ada paksaan dari pihak mana pun, benih seorang Guru Penggerak mulai muncul. Ya, motivasi dari dalam diri. Jika motivasi itu berasal dari paksaan orang lain, nilai seorang guru penggerak bisa dikatakan kurang sempurna. Mengapa demikian? Sebab bagaimana hendak menggerakkan orang lain jika menggerakkan dirinya saja tidak mampu? Maka motivasi dari dalam diri inilah yang membuat seorang guru dikatakan bernilai MANDIRI.
Pertanyaan berikutnya, apakah pembaca memiliki nilai mandiri tersebut? Jika ya, maka saya ucapkan selamat. Rayakan munculnya motivasi dari dalam diri tersebut. Segera daftarkan diri untuk bergabung dengan Pendidikan Guru Penggerak.
Berikutnya, seorang guru penggerak adalah orang yang reflektif. Setiap hari kita pasti mendapat pengalaman baru, merasakan perasaan baru, ide baru, pikiran baru. Seseorang yang reflektif mampu memaknai pengalaman yang didapat, mengambil hikmah atau nilai moral positif, lalu melakukan perbaikan pada hal yang dirasa perlu.
Ada banyak cara menemukan hikmah. Bisa dengan memahami peristiwa apa yang terjadi, memahami apa yang dirasakan, mendapatkan pembelajaran, lalu merencanakan apa yang dilakukan kedepannya. Bisa juga dengan mengingat-ingat apa yang terjadi dengan cara menceritakan ulang, memberikan respon yang sesuai dengan peristiwa, mengaitkan antara peristiwa yang terjadi dengan pengalaman, nilai-nilai pengetahuan, keyakinan dan lainnya, lalu menganalisis mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi, kemudian merencanakan alternatif solusi jika hal yang sama terjadi lagi di masa depan.
Selain itu, seorang guru penggerak haruslah mampu berkolaborasi membangun hubungan yang positif dengan seluruh stakeholder yang berkepentingan demi mencapai tujuan. Jika seorang guru penggerak kurang mampu berkolaborasi yang positif dengan orang lain, bagaimana tujuan hendak tercapai?
Mari kita tilik kembali dari paragraf pertama dari tulisan ini. Untuk menemukan jati dirinya, seorang guru penggerak harus memiliki kesadaran akan dirinya, mampu memotivasi dirinya sendiri, mampu melakukan refleksi dan kolaborasi, sehingga melalui keempat hal tersebut seorang guru penggerak dapat menciptakan inovasi yang berpihak pada murid.
Jika pembaca menemukan hal tersebut di dalam diri pembaca, saya ucapkan SELAMAT, ANDA ADALAH SEORANG GURU PENGGERAK SEJATI yang mampu berperan mendorong lahirnya Profil Pelajar Pancasila di masa depan!
Step by Step Menemukan Jati Diri Sebagai Calon Guru Penggerak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar